Pesona Sang Madu 23 Rasyad Rasyad duduk termenung di ruang kerjanya, beberapa berkas kantor sudah tersusun rapi di atas meja. Semuanya sudah selesai ia kerjakan. Jam juga sudah menujukkan waktunya untuk pulang, namun saat ini Rasyad merasa enggan untuk bergerak. Entah mengapa, hatinya merasa bimbang dan diliputi keraguan. Seharian tadi, bayangan Zahra terus saja memenuhi isi kepalanya. Jika sebelumnya Zahra selalu merengek minta ia peluk ketika ia pulang kerja, sore ini keadaan berbalik. Rasyad ingin sekali membawa Zahra kedalam pelukannya. Karena itu, ia tidak ingin bergerak dari kursi yang ia duduki sekarang, karena khawatir jika ia sampai di rumah nanti, ia tidak bisa mengendalikan keinginannya sementara ada hati Lyra yang harus ia jaga. “Akh, kenapa sekarang menjadi seperti ini

