Perasaan Zahra

1158 Kata

22. Pesona Sang Madu Perasaan Zahra   Suara Adzan Subuh membangunkan Lyra dari tidur nyenyaknya. Ia membuka matanya perlahan, terdengar kucuran air shower dari dalam kamar mandi. "Bang Rasyad sudah bangun." pikir Lyra. Kemudian Lyra merentangkan kedua tangan dan kakinya, meregangkan seluruh otot tubuhnya. Hal yang selalu ia lakukan ketika ia bangun dari tidur. Kegiatan meregangkan otot tubuh sudah menjadi kebiasaan Lyra, karena setelah itu, ia menjadi lebih bertenaga untuk melakukan aktifitas selanjutnya. Lyra terdiam sejenak ketika menyadari sisi kasur yang seharusnya ditempati oleh Rasyad masih rapi dan dingin. Bantal yang seharusnya kusut juga masih terletak di tempat asalnya. Naluri Lyra sebagai istri langsung bekerja. "Bang Rasyad tidak tidur disini malam ini." ucapnya. Rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN