Kelvin tidak pernah absen menghubungiku setiap hari. Memastikan bahwa aku semakin membaik dan sudah sehat. Memang berbeda perlakuan antara Eda dan Kelvin yang kurasakan. Saat baru saling kenal, Eda tidak pernah bertanya tentang apakah aku sudah makan atau belum. Tapi setiap kami pulang sekolah, Eda akan mengajakku mampir ke warung soto dekat sekolah, atau sekali – kali makan bakso, kadang juga dia mengajakku makan gado – gado atau ketoprak. Kalau sedang hemat, Eda akan membawa bekal yang disiapkan tante Mayang lalu menawariku makan berdua. Saat hubungan kami menjadi semakin dekat, Eda terkadang menawarkan diri menjemputku. Namun aku menolaknya karena rumah kami berbeda arah. Dan juga, setiap pagi sudah menjadi tugas ayah yang mengantarku ke sekolah, sambil berangkat kerja. Tapi Eda akan s

