Jeda Ketigapuluh Dua

1527 Kata

Hari – hariku mulai kembali normal. Aku yang berpura – pura normal, sebenarnya. Setiap pagi, aku mengingatkan diri sendiri untuk mencoba mencari tahu keinginan hatiku seperti yang Eda katakan. Dan sejauh ini, aku masih merindukan wajah datarnya yang kaku. Dan Kelvin, belum membahas lagi mengenai perasaan dan hubungan kami. Aku melepas headset ketika lagu terakhir kami putar sebagai penutup program malam ini. Bianca mengajak nongkrong seperti biasa, namun Kelvin menyarankan agar aku istirahat saja karena masih masa pemulihan. Bianca kecewa dan membuatku berjanji untuk ikut di malam – malam berikutnya. “Mau gue temenin sampe kost?” Tawar Kelvin yang mengikutiku hingga ke parkiran. “Enggak perlu. Kayak princess aja pake dikawal.” Aku tertawa. Kelvin mengangkat bahu. “Hati – hati nyetirny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN