“Abang tadi pingsan atau tidur sih? Aku ketuk – ketuk juga pintunya, enggak bangun.” “Tidur. Habis minum obat tadi subuh.” “Itu tangannya gimana? Sakit banget?” Eda melihat lengan kirinya. “Lumayan.” Dia melihatku beberapa saat, lalu menelan ludah. Wajahnya tampak gugup saat bertanya tentang ponsel, yang kujawab sedang dicharge. Eda menarik selimutnya hingga ke d**a, padahal tadi tidur enggak pake selimut dia. Apakah dia kedinginan sekarang? “Dingin?” Tanyaku, sambil melihat sekeliling. Aku belum menyalakan ac atau membuka jendela. “Pintunya mau ditutup?” Tanyaku. “Jangan!” Jawabnya cepat. “Kamu tuh jangan sembarangan masuk kamar laki – laki, Ra. Masih pagi pula.” Dia malah ngomel dan fyi, ini sudah jam delapan pagi. Enggak pagi – pagi amat. “Aku ditelepon Aiko tadi pagi, dikaba

