Jeda Ketigapuluh Empat

1444 Kata

“Mungkin karena aku bukan dokter, jadi enggak punya hak pegang – pegang Abang. Atau karena aku bukan mahasiswa Abang, aku juga enggak boleh masuk ke dalam sini sembarangan! Terserahlah. Toh kita sudah putus juga. Abang enggak akan kasih aku kesempatan lagi kan? Sekarang Abang dengar baik – baik, lupakan omonganku kemarin. Aku menarik semua kata – kata untuk balikkan. Mari kita jalani hidup kita masing – masing! Aku enggak akan pedulikan apapun yang berkaitan dengan Abang dan jangan sekali – kali Abang coba ikut campur urusanku lagi.”  Aku berusaha merebut dompetku dari tangannya, namun Eda semakin menjauhkannya dengan berdiri. “Bang? Tolong. Aku capek, Bang! Capek tahu enggak!” “Biar Abang bicara dulu.” “Apa? Apa yang mau Abang omongin? Mau playing victim lagi dan membuatku merasa bersal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN