Jeda Ketigapuluh Lima

1660 Kata

“Ra, jadi ikut nongkrong malam ini?” Ajak Kelvin dengan semangat. Tapi aku sedang malas hangout dengan mereka. Selain ingin mencerna sikap Eda yang mendadak banget manja—menurut tante Mayang karena Eda sedang sakit saja—aku juga lelah. Ingin langsung istirahat di kamar. “Next time deh ya, Vin. Masih pengen rebahan.” Kelvin mendesah kecewa. “Besok gue jemput aja Ra, biar baliknya kita bisa jalan – jalan berdua.” “Ehmm, enggak janji ya. Hehehe.” Tolakku halus. Kelvin menatapku beberapa saat dan mengangguk. Aku tahu dia kecewa, dan semoga dia menyadari bahwa aku benar – benar tidak ingin dia berharap lebih. Kelvin memang pernah ada di antara aku dengan Eda, tapi setelah kupikirkan kembali, mungkin Kelvin semacam trigger dari puncak jenuhnya hubungan kami. Dia hadir di saat aku benar – be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN