Saat asyik tertawa, Rey yang sangat bahagia pun terkejut karena Tebie tak lagi sadarkan diri. “Tebie,” panggil Rey, “Bie,” Rey pun membuka bekapan mulut dan ikatan tali di tangan wanita itu. “Bie,” panggil Rey sekali lagi dan “Akh,” pria tersebut terkejut saat Tebie malakukan gerakan membanting hingga dirinya terhempas ke lantai. Rey tersenyum, dia sudah biasa dengan tipuan ini. Pria itu pun dengan cepat menarik kaki pujaan hati yang akan berlalu pergi. “Akh,” gadis itu tersungkur dan Rey siap untuk mengambil hak atas janjinya. Tangan Rey, menompang punggung Tebie dan dia langsung menyesap dengan nikmat. “Kau memang sial Rey!” Tebie menendang pisang pria itu dan membuatnya berteriak hingga melompat menahan sakit. “Jangan remehkan aku! Ini belum apa-apa!” Tebie memainkan tangan dengan kode

