Bab 49.

2038 Kata

Hampir setengah jam, Naga menuliskan yang harus Rey ketahui. "Ini, Terimakasih!" Ucap Naga saat memberikan surat tersebut. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan agar bocah kecil tersebut lebih bersemangat lagi. Di Jakarta, Alex menatap Caren yang kini terbengong. “Aku kehilangan satu anakku! Rasanya beda sekali!” “Tenang saja anak yang lain akan lahir juga! Kenapa terlalu sedih? Rey pergi untuk sekolah! Dia anak laki-laki yang luar biasa. Apa yang kau khawatirkan, hm?” Caren menatap Alex kesal, di saat seperti ini pria itu sungguh paham. Walaupun istri tercinta belum mandi, pria tersebut mencium leher Caren dengan lembut. “Ah, aku ingin seks!” bisiknya pelan. “Lihat ke kiri,” Caren pun menoleh ke kiri dan terkejut melihat anak mereka yang duduk berbaris menatap Mami dan Papinya. “Anakmu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN