Tez, hujan turun dengan rintik kecilnya. Sepasang anak manusia tersebut masih dalam posisinya. Di tengah taman yang penuh bunga dan hujan yang membasahi mereka, mata itu tak saling berpindah. Senyum Rey terus terulas di bibirnya, Tebie pun juga ikut terhipnotis oleh bibir pria yang masih menatap penuh rayu. “Ummuach!” ciuman Rey kembali mendarat di bibir Tebie. “Aku akan mencium dirimu setiap hari, berikan aku ciuman itu Tebie, aku ingin lebih dan lebih! Aku ingin kau yang seksi menemaniku setiap hari tanpa batas. Aku ingin kau seperti yang pernah kita bicarakan.” “Rey, semua sudah berubah! Kau dan aku tak lagi sama. Carilah wanitamu Rey, Ah,” Tebie kembali mendesah saat tangan Rey menekan ujung buah d**a Tebie. “Tubuhmu bergejolak Tebie, jangan menikah dengan pria yang tak kau cintai! L

