Ciko menarik napas dalam! “Jangan buat paman marah Sera! Jangan ulangi lagi kalimatmu itu,” Ciko pergi meninggalkan ruangan yang membuat dadanya sesak dan kembali ke kamar. Brak, dia membuka pintu kamar mandi dengan kasar seperti tak peduli dengan apa yang akan terjadi. “Akh! Sera! Apa itu kau, sial! Bisa mati aku,” pria itu meremat rambutnya kesal. “Apa yang aku lakukan pada Sera! Kenapa bisa begini,” Brak dia menendang dinding dan semua benda yang ada di hadapan pria tersebut. Sera yang masih ada di ruangan operasi tak beraksi sama sekali dengan apa yang terjadi! Dia sungguh santai. Drdrtt, ponsel wanita itu berdering! Sebuah pesan masuk mengatakan agar dirinya menyusul. Ya, itu Ciko! Dia ingin berbicara pada Sera, kamar pria itu kedap suara. Jadi tak masalah jika dirinya berteriak atau

