Bab 16.

1999 Kata

“Lily, ayo pulang.” Suara dingin dari Naga membuat Lily sedikit bergindik ngeri. Dia hampir saja tak bisa mengangkat kepalanya karena terlalu gugup. Naga pria yang sangat baik, tapi dia akan berubah penuh penekanan jika Lily tidak menuruti apa yang di inginkan. “Tuan, jangan begitu kita Teman! Jangan membuat aku takut. Ayo ke ruang utama! Aku belum makan apapun sejak tadi. Kalian kalau mau tetap di sini juga tidak masalah, da Lily.” Caren mengedipkan mata menggoda Lily yang semakin gugup saat Naga mencium tangannya tiba-tiba. “Tuan, jangan di sini.” Naga memang tidak bisa menyembuyikan dirinya sendiri, dia terlalu kesal dan marah. “Kenapa? Apa kau takut Caren melihat kita, dan mengadukan pada kekasihmu, Gero?!” “Bukan begitu, di sini banyak orang. Aku mohon jangan Arrogant, kita bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN