CHAPTER 73

2208 Kata

Abi terdiam membeku, saat mendengar apa yang baru saja Melya katakan. Bagaimana mungkin, istrinya secara gamblang, meminta dirinya untuk menuruti keinginan Iqbal, agar menikahi Priska yang sedang hamil. Sedangkan di sisi lain, istrinya itu belum lama ini mengungkapkan rasa sakit hatinya, saat harus menerima kenyataan Abi akan menikahi Sisil. Ruangan itu terasa sepi, hanya suara jam yang mendominasi, dan menjadi saksi sepasang suami istri yang sama-sama merenung, dengan pemikiran mereka masing-masing. Namun, suara ketukan pintu membuyarkan segalanya, setelah terdengar untuk yang ketiga kalinya, Abi langsung mempersilahkan masuk, pada siapapun yang sedang berdiri di depan pintu ruangannya. “Pak Abi, bisa bicara sebentar. Ada yang harus saya bahas, mengenai kontrak kerjasama dengan perusaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN