Reya baru saja mematikan sambungan telepon, Zia sudah menghubunginya, dan memberi kabar jika hari ini Abi tak bisa di ganggu. Namun, bersamaan dengan itu, Iqbal dan Reya melihat kedatangan Rian bersama Azzam. Tentu saja, Iqbal langsung menyapa dengan sangat ramah. “Saya permisi Pak Iqbal, sudah di tunggu Pak Abi dan Bu Melya, di atas,” pamit Rian dengan ramah. “Oh iya, silahkan...” sahut Iqbal. Rian langsung menggandeng tangan Azzam menuju lift, putra dari atasannya itu sudah tidak sabar, ingin bertemu dengan kedua orangtuanya. Iqbal kembali menghampiri Reya, untuk menanyakan apa jawaban dari sekertaris sahabatnya itu. “Mba Reya, gimana?” tanya Iqbal pada Reya. “Maaf, Pak Iqbal. Mba Zia bilang, Pak Abi tidak bisa di ganggu hari ini,” ucap Reya ramah. “Kenapa? Apa ada pertemuan dengan

