Sore hari setelah merasa cukup beristirahat, Abi mengajak Rian untuk segera meninggalkan hotel, dan menuju tempat tinggal orangtua Sisil, dimana istri keduanya berada. Walaupun Rian ikut dalam kedatangannya hari ini, Abi tidak pernah menceritakan apa masalah yang sedang dirinya dan Sisil hadapi. Yang Rian ketahui, hanya ada sesuatu yang sedang terjadi dalam rumah tangga Abi dan Sisil. Sesampainya Abi di depan kediaman Bari, rumah tersebut nampak sangat sepi, bagai tak berpenghuni. Tak ingin memiliki pemikiran yang buruk, Abi tetap berharap, jika Sisil dan keluarganya ada di dalam rumah tersebut. Pria itu melangkahkan kakinya, mendekati pintu utama, setelah berdiri tepat di depannya, Abi segera mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Tak kunjung mendapatkan jawaban, Abi sempat merasa putus

