CHAPTER 23

1413 Kata

“Umi... Kenapa bilang begitu?” tanya Abi, pria itu mengdekat dan menghampiri dimana istri pertamanya berbaring tak berdaya. Sisil mengikuti langkah kaki Abi, dan turut mendekat pada Melya disisi lainnya. “Sil, tolong suruh orang ini keluar dari kamar ini. Atau aku yang keluar saja dari sini,” lirih Melya menatap dalam pada wanita yang sudah menggenggam tangannya. “Umi gak bisa berbuat begini, ini semua kehendak Allah. Kita harus ikhlas menerimanya,” Abi tetap berusaha untuk berbicara pada wanita yang sepertinya sangat marah padanya. “Sil, bawa aku pergi dari sini.” Ucap Melya lagi pada Sisil. “Mas, sebaiknya kamu keluar dulu dari ruangan ini. Biarkan Mba Melya istirahat yang cukup, semua yang kita lalui hari kemarin hingga hari ini begitu melelahkan. Kenyataan pahit yang harus kita te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN