CHAPTER 22

1706 Kata

Ada sedikit rasa lega yang Sisil rasakan, saat ia mengetahui jika suaminya dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi rasa kesal dan marah tetap menguasai relung hatinya, suaminya sudah mengingkari janji untuk segera memberi kabar padanya dan Melya. Tak hanya itu, akibat perbuatan Abi, membuat mereka membatalkan acara dengan kedua anak mereka, tentu saja hal itu membuat anak-anak mereka kecewa, terutama Azzam yang sudah jauh lebih mengerti. Bahkan anak lelaki itu terus bertanya, kenapa tak jadi jalan-jalan bersama malam tadi. Hari sudah menjelang pagi, Melya masih menjalani tindakan dari pihak medis, dan sang suami masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Tubuh Sisil seakan tak memiliki tulang, pertahanannya untuk selalu kuat seketika musnah. Saat wanita itu mendapatkan kabar, jika kandungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN