Tak pernah ada keberuntungan yang berpihak pada Priska, bahkan hari ini ia baru terbangun dari tidurnya pukul sebelas tiga puluh siang. Gadis itu sangat kesal dengan apa yang terjadi, dirinya terlambat bangun dan saat ini perutnya terasa begitu lapar. Segala bayangan bisa menemui Abi di pagi hari, melewatkan makan siang bersama dengan pria yang dicintai, seketika musnah karena kebodohannya sendiri. Ia lupa tak memasang alarm, agar bisa bangun tepat waktu. “Shit... Semuanya berantakan,” umpat Priska, seraya berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Priska membersihkan tubuhnya lebih cepat dari biasanya, gadis itu tak ingin melewatkan hari ini dengan sebuah kegagalan. Ia harus berhasil menemui Abi, dan secepatnya keluar dari hotel ini, dirinya tak memiliki banyak uang,

