“A...” ujar Fika, saat mendengar suara mobil semakin jauh meninggalkan rumahnya. “Hmm...” hanya gumaman sebagai jawaban pria yang sedang sibuk dengan ponselnya. “Priska beneran pergi, Aa gak cegah?” tanya wanita itu dengan sedikit ragu. “Kenapa harus dicegah, kan Aa yang suruh dia pergi,” jawab Iqbal datar. “Apa Aa gak pikirin dampak kedepannya, kalau Priska berbuat jauh lebih nekat dari sebelumnya, gimana?” Seketika Iqbal tertegun mendengar penuturan sang istri, pasalnya apa yang diucapkan wanita itu ada benarnya juga. Bahkan dirinya mengabaikan pesan dari Abi, yang mengatakan untuk mengajak Priska bicara baik-baik, karena gadis itu bisa jauh lebih nekat, jika yang diinginkannya tidak tercapai. Sesal menguasai diri Iqbal saat ini, seharusnya ia lebih memikirkan lagi, keputusan apa ya

