“Hah...?” Melya nampak geli melihat keterkejutan raut wajah Adira, setelah mendengar pertanyaan darinya. Ia memang berniat untuk menanyakan hal tersebut, karena tidak ingin asisten pribadinya itu, terlalu lama menjalin sebuah hubungan tanpa kejelasan. Apalagi, sampai hari ini belum ada status yang pasti antara Adira dan Rian. Melya hanya ingin, mereka bisa memperjelas hubungan yang sedang di jalani, akan di lanjutkan seperti apa ke depannya. “Kok kaget gitu, Dir?” tanya Melya, kali ini wanita itu sedang menikmati jus dalam kemasan, yang memang selalu ia bawa saat melakukan perjalanan. “Ya lagian, Bu Melya nanyanya begitu. Hubungan saya sama Mas Rian, masih sebatas teman dekat, Bu. Jangankan membahas pernikahan, membahas untuk ke hubungan berpacaran saja, tidak pernah sekalipun menjadi t

