“Jadi, apa yang harus kita bahas, Sil?” tanya Melya tak ingin berbasa-basi lagi. Melihat semua sikap yang Sisil tunjukan padanya dan sang suami, rasanya Melya enggan sekali untuk terus bersikap ramah tamah pada wanita, yang saat ini duduk berhadapan dengannya, hanya di pisahkan oleh meja kerja yang ada di hadapan mereka. Walaupun Melya sudah mengetahui, jika Sisil ingin membahas mengenai surat pemutusan kontrak kerjasama, tetapi wanita itu memutuskan untuk bertanya lebih dulu. “Kenapa Mba Mel memutus kontrak kerjasama kita?” tanya Sisil datar. Melya menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya secara perlahan. Setelah itu baru ia mulai menjelaskan semua alasan, mengapa ia mengambil keputusan tersebut. Tentu saja, Melya tak menyebutkan alasan utamanya, yaitu tak ingin jika model yang bek

