Pagi harinya, Bagas angsung menyambut Candra dan Rangga dengan suka cita dan antusias. Ini adalah hari terakhir mereka UTS, sementara Rangga sudah libur dua hari dengan dalih sakit. "Hai!" sapa Bagas senang. Awalnya teman-temannya akan meninggalkan Rangga dan Bagas, tapi Rangga dengan tegas bicara. "Tentang kejadian kemarin-kemarin itu, sepertinya kita juga harus bicarain ini," ujarnya kepada semua teman-temannya. Sekarang wajahnya terlihat serius tak seperti biasanya yang selalu ceria. Memang sudah semenjak ia menikah dengan Dinda membuat mereka menjadi renggang. Candra ikut tegang mendengarnya, sangat jarang sekali sosok Rangga yang serius seperti itu. Mereka pun hanya menyetujuinya dengan bujukan dari Bagas si promotor tak berseragam. Ia melaksanakan tes terakhir mereka sementara

