Tekad Rangga

1402 Kata

Setelah mengajarkan beberapa hal tentang matematika kepada Dinda, Rangga melihat Dinda yang pembawaannya berubah lebih lega dan lebih ringan dari sebelumnya. Mumgkin ia terlalu berprasangka tadi, padahal Dinda hanya ingin menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu alih-alih marah padanya. "Jadi, sekarang bisakah kita bicarakan yang tadi?" tanya Rangga. Dinda yang sedang membereskan buku-bukunya kemudian menoleh ke arah Rangga yang duduk dengan gelisah di kursi meja rias milik mendiang ibunya. "Yah, terserah kamu." Lalu Dinda menyelesaikan pekerjaannya dan duduk di tepi ranjang mengadap sang suami. "Maksudnya?" tanya Rangga. Dinda menghela napas berat, jujur ia lelah dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini. Meski ia mampu berdiri sendiri atau bahkan jika Rangga tidak bekerja sekalipun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN