Gue duduk sekarang bukan cuma pekara sedang menimbang tapi ucapan Mas Ali mengenai kenyataan kalau ternyata yang punya acara hari ini adalah Lian membuat gue terpaku di tempat kata, semua ucapan seolah gak akan bisa menggambarkan perasaan gue sekarang, gue bersedih tapi gue gak bisa menyalahkan Lian, gue kecewa tapi gue gak bisa menuntut apapun terhadap Lian juga, gue marah tapi gue lebih tidak mempunya hak untuk melampiaskan amarah gue ke Lian, Lian berhak menentukan pilihannya, Lian berhak bahagia, entah ada atau tidak adanya gue didalam hidup Lian nantinya, seberapa burukpun keadaan gue sekarang, gue harus bisa menerima kenyataan, Lian akan menjadi milik orang lain nantinya. Masih terus memikirkan Lian, tanpa sadar air mata gue menetes gitu aja, gue mulai menengadah menatap langit-lang

