Lima hari setelah hari itu di Rumah Sakit Raffles Singapura, operasi pendonoran sel punca darah tepi dilakukan pada Namie. Yoshi, Matsu, Emma dan Miu menunggu dengan berdebar-debar di luar ruang operasi. Meskipun begitu, mereka saling menguatkan kepercayaan satu sama lain bahwa operasi akan berjalan dengan sukses. 'Hei, Cal. Mamaku lagi dioperasi nih. Di Singapura. Kayanya aku belum bilang ya? Anyways, aku deg-degan banget. Udah dua jam belum selesai juga. Bantu doa ya.' Emma mengirimkan pesan itu pada Calvin, dengan harapan mendapatkan kata-kata yang bisa menguatkannya. Namun balasan tidak kunjung datang setelah lima belas menit berlalu. Ia memeriksa jam tangannya dan memprediksi bahwa Calvin mungkin sedang sibuk mengurus ujian akhir mahasiswa. Sudah semingguan pemuda itu memang sulit d

