Rumah Runa

1378 Kata

“Runa! Ayo cepat bangun! Kau bisa telat!” Runa mengerang pelan, merasa terganggu dengan suara serta guncangan yang Felix lakukan secara brutal pada tubuhnya. Gadis itu sudah bangun, namun masih enggan membuka kedua matanya yang terasa sangat berat sementara Felix masih terus mengguncang-guncang tubuhnya tanopa sedikit pun peduli pada rengekannya. “Cepat mandi dan siap-siap! Daddy sudah belikan toast lezat yang bisa kau makan di mobil,” bujuk Felix saat akhirnya ia berhasil membuat Runa duduk. “Toast?” tanya Runa yang nyawanya masih belum terkumpul sepenuhnya. “Roti panggang?” “Roti panggang yang enak sekali,” sahut Felix. “Kau bisa memotretnya dan memamerkannya pada teman-temanmu nanti. Bilang daddy-mu yang tampan yang membelikannya untukmu.” Runa mengabaikan ucapan Felix. Kedua matan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN