Dor! Dor! Dor! Runa memejamkan kedua matanya sementara kedua telapak tangannya menutup telinganya karena bunyi tembakan pistol yang terdengar sangat nyaring di gedung kosong yang sunyi itu membuatnya merasa takut. Ini bukan pertama kalinya Runa mendengar bunyi tembakan pistol karena ia pernah merasakan pengalaman tersebut saat terjebak di dalam bus yang dipenuhi mafia karena ingin mengikuti Aiden. Namun sekarang di tempat yang sunyi ini bunyi pistol itu bahkan terdengar jauh lebih nyaring dan membuat jantungnya seperti akan meledak saking menegangkannya situasi ini baginya. Ckrek. Runa akhirnya berani membuka matanya setelah tidak lagi mendengar bunyi tembakan pistol. Gadis itu perlahan menjauhkan tangan dari telinganya dengan mulut yang membulat takjub saat melihat semua peluru yang

