BAB 10

1432 Kata

dr. Althair Dewantara baru menyadari satu hal, menghadapi kasus aneurisma yang pecah di ruang operasi jauh lebih mudah daripada menghadapi koas bernama Zayna Valerine yang sedang penasaran. Sudah dua hari situasi ini berlangsung, tepatnya sejak perempuan berpayung stroberi itu melihat foto Baskara Dewantara di lobi rumah sakit. Sejak itu pula, tatapan penuh selidik selalu muncul setiap kali mereka berpapasan. Tatapan yang sama seperti seseorang yang sedang menyusun puzzle seribu keping, dan kini tinggal menyisakan satu bagian terakhir. Malam itu, Althair keluar dari ruang konsultasi sambil memeriksa jadwal operasi. Koridor sudah sepi karena jam menunjukkan hampir pukul tujuh malam. Sebagian besar dokter sudah pulang, menyisakan perawat malam yang mulai mengambil alih tugas jaga. Althair

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN