Relisha melihat perubahan sikap Ken dari pagi. Pria itu bersikap dingin padanya. Dia—Relisha tidak mengerti kenapa. Apa karena dia menolak permintaan Ken semalam. Relisha tidak suka diabaikan Ken tapi pria itu dari tadi berusaha menghindari tatapan mata Relisha. Setiap kali Relisha berkata atau bertanya, Ken menjawab sembari berpura-pura sibuk entah dengan ponselnya atau dengan putrinya. “Poppy biar aku yang antar. Kamu di rumah saja. Nanti kalau Poppy pulang aku juga yang akan jemput.” Kata Ken yang akhirnya menatap mata Relisha. “Itu tugasku, Ken.” “Aku ayahnya.” Poppy hanya menatap ayahnya dan Relisha secara bergantian sembari menebak-nebak karena jelas ada keanehan di antara dua orang itu sejak semalam. “Da

