"Jadi kita kemana?" "Terserah lo aja, Han," ucap Rea lalu menghela nafas "Lo udah nanya itu ke gue kesekian kalinya tau ga lo?" Farhan tersenyum melihat Rea di sampingnya. Mereka ada di dalam mobil Farhan sekitar sepuluh menit yang lalu. Rea hanya mendudukkan dirinya di samping Farhan dengan wajah menghadap jendela di samping kirinya. Mungkin untuk Rea, Farhan tidak usah mengikuti rencana Ressa, karena Rea sudah dapat menebak bagaimana akhirnya. "Kita makan okey?" Rea mengangguk menjawab pertanyaan Farhan. Senyum Farhan tidak pernah luntur sampai ia duduk di depan Rea di sebuah restoran. Pramusaji yang sudah mencatat pesanan Farhan dan Rea tersenyum ketika Farhan mencubit kedua pipi Rea. "Paan sih Han?" ucap Rea pelan Farhan menggeleng, masih dengan senyum di wajahnya. "Engg

