”Itu sebuah kenyataan Ji So, ibumu bahkan berani menggoda suamiku dulu, dan sekarang kamu menggoda anakku, tidak cukupkan kalian sudah di berikan hidup tenang dan nyaman dari uang kami, masih saja berniat jahat kepada keluarga kami, Ji So buka matamu betapa hinanya kamu dan ibumu, karena kalian tidak beda jauh dari seonggok sampah saja, yang kami tampung di sini, tetapi kamu malah menggigit kami,” kata nyonya Wang Han Na kepada Ji So dengan nada yang mengejek. Gadis itu tak kuasa menahan tangis tatkala sang ibu yang telah tiada pun menajadi sasaran kemarahan bibi Wang Han Na. “Jangan menghina ibuku Bibi, mana mungkin ibuku menggoda paman Wang So, paman Wang So adalah kakak iparnya sendiri, aku sangat yakin bahwa ibu adalah wanita yang setia

