Pagi itu Ji So bangun sangat awal dan dia sudah bergabung di meja makan berama dengan yang lainya. Terlihat ahjumeoni begitu dingin dan sama sekali tidak menyapanya. Rasa benci wanita paruh baya itu benar-benar sudah mendarah daging. Dan tak bisa di hilangkan begitu saja. Seperti pada saat ini, perhatiannya hanya terfokus kepada Wang Kang Ha saja. Terlihat sebuah perasaan sayang terpancar di wajah nyonya Wang Han Na untuk Kang Ha. “Ayo sayang tambah lagi sarapannya, kamu harus makan lebih banyak, agar kamu bisa belajar dengan benar,” kata nyonya Wang kepada keponakannya yang tercinta. “Terimakasih banyak Bibi, aku tidak mau terlalu banyak sarapan, aku takut malah nanti tidak bisa belajar dengan giat, karena perutku kepenu

