“Kamu kenapa?” tanya sang paman saat mereka tanpa sengaja berpapasan saat Ji So baru selesai mengepel lantai. “Pa-paman.” Ji So begitu terkejut karena bertemu dengan pamannya. “Tunggu, kenapa wajahmu dan kenapa banyak luka memar, sudut bibirmu juga, ayo sini ikut ke ruang kerja paman,” kata paman Wang So dengan kecemasannya. Tuan Wang So menarik tangan putri angkatnya dengan perlahan, dan Ji So hanya mengikuti saja. “Duduk di sini,” kata tuan Wang So dengan wajah yang begitu cemas. “Paman, aku,” ucap Ji So dengan perlahan. “Katakan semuanya kepada paman, paman ini adalah ayahmu, maksud paman sekarang paman adalah wali-mu dan ayah untukmu, jadi tidak boleh sedikit pun kamu menyembunyikan ap

