Bagian 27

1063 Kata

Gulzar Heer mengedarkan pandangan. Ratusan tangkai bunga mawar telah berganti dengan kamar tidur. Dia tersentak saat melihat sosok Raja Atashanoush masih terlihat segar bugar. Gulzar Heer refleks menggenggam gagang pedang. Dia langsung melakukan serangan. Namun, sabetan pedangnya tak bisa menembus, seolah tak benar-benar berwujud. "Aneh ... apa yang sebenarnya terjadi," gumamnya. Dia tak ingin lengah. Gulzar Heer kembali mengayunkan pedang. Namun, lagi-lagi seperti tidak bisa melukai tubuh Raja Atashanoush. Setelah gagal melakukan serangan belasan kali, akhirnya, Gulzar Heer memutuskan untuk mengawasi saja. “Mungkin ini hanya mimpi,” celetuknya sembari menyarungkan kembali pedang kesayangan. Sementara itu, Raja Atashanoush tengah menggendong bayi dengan mata berkaca-kaca. Gulzar He

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN