Seragam Untuk Larasita

1600 Kata

Perkataan itu masih terngiang-ngiang di benak William sampai dia tak bisa tidur dengan nyenyak. Dia bahkan harus merasa tak enak hati sampai dia malas untuk ke sekolah kalau bukan teriakan melengking Aruna yang akan mengadukannya pada Matthew. Bahkan dia dengan merendahkan gengsi yang setinggi langit pun meminta tolong pada Aruna. Tok! Tok! Tok! Dia mengetuk pintu kamar Aruna pagi-pagi sekali. Aruna yang baru saja bangun pun membukakan pintu sambil menguap panjang. “Hoam … siapa--” Kalimatnya tercekat begitu melihat sosok William yang berdiri di depannya. “Kamu tumben--” Kata-kata itu kembali tersumbat, dia menggelengkan kepalanya. Mencubit pipi William. “Nyata.” “Udah?” tanya William datar. “Apa sih? Pagi-pagi ketok-ketok pintu,” keluh Larasita yang kembali masuk ke dalam kamar sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN