Napas William terengah-engah begitu dia sudah terduduk di lapangan. Dia benar-benar menyadari kalau tenaganya sudah habis karena memang dia sudah menghantam permainan basket seorang diri. Carol berkacak pinggang, berdiri di depan William. “Lo kenapa lagi sih? Lo liat teman-teman lo pada!” sentaknya. William mengangkat pandangannya dan segera melihat ke sekelilingnya. Dia melihat Yanuar mendengus dan mengalihkan pandangannya, Hansel dengan pandangan bertanya-tanya dan yang lainnya ikut terduduk sambil kepalanya menunduk. William tak bisa menjawabnya. Dia menyadari kalau efek memikirkan Larasita akan sedahsyat ini. Dia bangkit, menjauh keluar lapangan. “Sorry, Rol. Gue istirahat dulu,” selanya tak mau menerima ucapan orang lain lagi. Lebih tepatnya masa bodo.dengan keadaan yang saat i

