Larasita keluar dari kantor guru sudah dengan wajah lesu, kali ini dia tak bisa membujuk wali kelasnya untuk mendapatkan keringanan. Dia berjalan menuju taman belakang, tempat kemarin dia melihat William melakukan hal tergila yang pernah disaksikannya, tapi dia merasa bahwa tempat itulah yang bisa memberikan ketenangannya saat ini. Dia melirik waktu di ponsel miliknya, dia menghembuskan napasnya, sedikit merasa tenang karena waktu istirahat masih 20 menit lagi. Rasa lapar di perutnya semakin menghilang karena kenyataannya dia sedang banyak pikiran. Lapar sama sekali bukan beban saat pikirannya stres. “Hah ….” Suaranya terhela, dia berjongkok sembari menunduk. Menutupi wajahnya sendiri. Merasa bahwa mendekat ke bumi bisa menjadi sedikit solusi. Bukan hal yang mudah baginya untuk bicara

