Chapter Dua Puluh Sembilan

1332 Kata

            Kapal melaju dengan malas. Semua orang tertidur dalam buaian ombak yang memabukkan. Mungkin hanya Aster yang masih terjaga saat itu. Bahkan Tony yang menjadi nahkoda pun turut terlelap karena kapal telah dalam keadaan pilot otomatis.             Aster teringat akan alat komunikasi yang diterimanya dari Chrystal. Bahkan dia sama sekali belum mengaktifkan alat tersebut. Dipasangnya sebuah microphone kecil pada telinga dan alat satunya pada baju, sesuai instruksi dari adiknya.             Sebuah tombol kecil pada alat yang tertempel pada baju ditekannya. Suara ‘piiip’ terdengar saat alat komunikasi tersebut sudah aktif sepenuhnya.             “Aster?” suara Chris langsung terdengar. Sepertinya dia sudah menunggu Aster menyalakan alat komunikasinya sedari tadi. “Kamu baik-baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN