Bab. 24. Amera Masih Menjaga Jarak.

1339 Kata

"Hentikan, Paman! Tanganku sakit!" Amera menghentakkan pergelangan tangannya yang dicengkram kuat oleh Danis. Danis menatap lurus ke arah wajah gadis di depannya yang sedang marah. Tatapan tak suka itu tersorot jelas di mata Amera. "Kau ini, mau aja ngobrol sama orang asing," ucap Danis dengan nada datar. Amera berdecih, lalu ia tertawa pelan. "Dia teman satu jurusanku, Paman. Aku memang belum berkenalan dengannya. Tapi, aku tahu orang itu." "Terserah kau saja. Tapi, aku sudah disuruh papa buat jemput kamu," jawab Danis. Amera seolah tak percaya dengan perkataan pamannya. Dia mulai mengambil ponsel dari tasnya. Mencari nama papa angkatnya, lalu menelpon. Dering pertama, kedua hingga ke tiga, baru diangkat. "Papa, apakah aku harus pulang bersama, Paman?" tanya Amera setelah sambungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN