Bab 77. Mata-Mata Genta

1926 Kata

Genta meninggalkan papanya yang masih betah meratap di makam. Dia tidak punya banyak waktu, untuk menonton drama penyesalan yang makin membuatnya muak. Dari sana mereka pergi membereskan urusan cincin juga kebaya untuk pernikahannya minggu depan. Tak hanya itu, mereka juga belanja banyak pakaian dan keperluan Riksa. Padahal Genta dan Rhea sudah menyuruh anaknya mengambil apapun yang dia ingin, tapi bahkan bocah itu cuma mengambil beberapa saja. Hal yang selalu Genta syukuri, karena meski lahir dan diasuh oleh ibu kandung berkelakuan jalang, namun Riksa justru tumbuh dengan adabnya yang luar biasa. Kali pertama datang ke tempat tinggal barunya, bocah itu tampak berbinar senang. Bukan karena penthouse ayahnya yang mewah, tapi karena akan tinggal di sana bersama ayah bundanya. Dia sempat gus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN