Adam hati-hati membuka kamar Elsa. Elsa di belakangnya mengikut setengah mengantuk. Untuk menuju hall utama, Adam harus melewati kamar Wulan, Fia, dan juga Farel. Pemuda itu berbalik sebentar. Melihat kekasihnya. “Habis ini aku jemput sarapan,” pamit Adam. Elsa yang masih melihat Adam sedari tadi, mengangguk. Tersenyum menyemangati. “Bye,” bisik Adam. “Bye-Bye,” balas Elsa. ** Langkah Adam cepat. Seperti dikejar hantu. Dia hampir saja jantungan saat berpapasan dengan pelayan di ujung koridor. “Selamat pagi,” sapa pelayan yang tengah menyedot debu. “Ya,” balas Adam singkat. Di rumahnya yang sepi, langkah Adam terdengar. Pemuda itu melihat ke tangga besar di depannya. Tidak ada tanda-tanda mama atau papanya sudah bangun. “Selamat pagi.” Pelayan yang tengah mengelap pega

