131. Mengendap-Endap

2314 Kata

Perjalanan ke rumah Adam, Elsa lebih tenang. Sangat berbeda dengan Adam. Pemuda itu gugup berjalan mondar-mandir di depan rumah. Di sebelahnya, Kevin dan mama papa santai menunggu. Sementara di belakang mereka, deretan pelayan sopan menundukkan kepala. “Kakak bilang Kak Elsa sudah otw. Otw mulu dari tadi nggak nyampe-nyampe,” protes Kevin. “Mungkin macet,” balas Tante Sarah. “Kenapa mendebarkan sekali rasanya,” ucap Adam. Gugup menepuk-nepuk d**a. “Itu karena kamu akan segera menikah,” balas Paman Arju. “Apa dulu Papa juga deg-degan saat akan menikah?” tanya Kevin. “Tentu saja. Dulu Papa bahkan hanya pernah bertemu mama kalian dua kali, langsung dinikahkan sama Kakek.” Tante Sarah tertawa, mengingat masa lalu. “Papa ah, jadi nostalgia Mama nih.” Wanita itu tersipu, melihat su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN