"Abang?!" "Bang Langit!" "Anjir, Lang?" "Kak?" Semua melongo karena kaget atas kedatangan Langit ke rumah sakit. Bunda, Senja, Alvaro, Galaksi, hingga Sky yang duduk di kursi roda sama-sama telah menunggu di depan, dan betapa terkejutnya saat orang yang mereka tunggu telah datang, tapi dengan keadaan yang? Entahlah, wajah babak belur dengan lebam di mana-mana, serta kaki pincang? "Astagfirullah, Abang! Kamu dari mana aja? Ini kenapa bisa kayak gini sih, Bang? Kamu kenapa hah? Ini kenapa muka kamu, tangan, ya Allah kaki kamu Bang." Bunda yang khawatir maju paling depan untuk menghampiri Langit. Bunda mengecek setiap bagian turun Langit, dari atas sampai bawah hingga tak sadar kalau Bunda sudah menangis. Langit malah terkekeh dan membalas pelukan Bunda sambil mengusap punggung Bunda

