55. Hilang

1065 Kata

Dengan terseok-seok bersama darah yang tak mau berhenti keluar dari luka di keningnya itu Langit berlarian tak tentu arah di jalanan. Cowok itu berhasil kabur dan sekarang dia tidak tau sedang ada di mana. Tanpa ponsel dan tanpa uang, Langit duduk di sebuah halte yang begitu sepi. Langit menyandarkannya punggungnya ke belakang, dia sedang mencoba mengatur napas sekarang. Dia yakin kalau tempatnya kini udah sangat jauh, mengingkat berapa banyak uang dia keluarkan untuk naik kendaraan umum agar membawanya pergi, dan uang terkahirnya berhasil membawa Langit ke mari, ke tempat asing yang mustahil Langit ketahui. "Sssttt ...," ringis cowok itu kesakitan. Lelah setelah berlari sangat jauh. Puas menjadi tontonan orang-orang saat dalam angkot. Sekarang Langit hanya ingin pulang. Jujur saja ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN