Langit menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal karena semalaman dia tidur di sofa dengan posisi yang tidak nyaman. Perlahan Langit membuka matanya, semua tulangnya terasa nyeri, apalagi bagian leher, sakit sekali untuk dibuat menengok ke kanan-kiri. "Udah bangun, Bang?" Cowok itu terdiam dan perlahan menatap ke sumber suara. Dia menegakkan badannya lalu melihat Sky yang sedang tersenyum ke arahnya. Ternyata Sky sudah bangun juga. Langit lalu bangkit untuk menghampiri. Sky terus tersenyum hingga Langit kemudian duduk di kursi yang berada di sebelah tempat tidurnya. "Hehe," tau-tau Sky tertawa. Sebelah alis Langit terangkat. "Ngapain lo? Ada yang lucu?" "Enggak." "Terus kenapa ketawa?" "Daripada gue nangis kayak lo kemarin kan?" jawab Sky sekenanya. Mendengar itu Langit langsung m

