Dengan langkah besar Sky berjalan menyusuri koridor kelas sebelas. Tidak ada senyum ramah hari ini. Tidak ada sapaan riang. Tidak ada wajah ceria. Semua itu hilang, skip untuk hari ini. Mereka semua—yang melihatnya bahkan sampai berpikiran kalau Sky ini bukanlah Sky, melainkan Langit, tapi sayangnya cowok itu benar-benar Sky, lihat saja bed nama pada baju seragamnya. Dengan jelas menunjukkan jika dia adalah Sky. Namun kenapa dengan cowok? Apa yang menyebabkan senyum ceria itu pudar? "GALAKSI!" Sekali tarikan kencang pada bahu, orang yang dicari-cari oleh Sky akhirnya ketemu. Tidak banyak omong Sky kali ini. Dia langsung memberikan pukulan tepat mengenai rahang Galaksi. Tidak tanggung-tanggung, pukulan itu sampai berhasil membuat Galaksi limbung mencium dinginnya lantai koridor. Teman-

