"Duduk dulu gih." Sky menunjuk bangku kosong yang ada di dekat kursi rodanya. Sambil tersenyum canggung, Raina menempati bangku tersebut. "Apa kabar?" tanya Sky terlebih dahulu. "Baik," jawab Raina yang langsung menggigit bibir bawahnya saat itu juga. Entah kenapa dia merasa aneh saja dengan keadaan yang seperti sekarang. Raina mendadak merasa tidak enak, padahal Raina yakin jika Sky tidak akan terlalu mempermasalahkannya. Hanya saja Raina merasa seperti tak sanggup saja kalau harus melihat keadaan Sky yang seperti ini. Ada sesak yang mengisi ruang dalam hatinya. Mendengar jawaban Raina, Sky lantas tersenyum lebar. "Seneng gue kalau dengan kabar lo baik kayak gini. Jangan sering-sering sakit ya?" Raina menarik napasnya dalam. Sungguh, Sky itu ngomong kayak nggak ngaca atau nggak

