Tawa Langit dan Senja terdengar mengudara sebab beberapa candaan yang dilontarkan oleh gadis itu. Senja begitu lucu di mata Langit, baginya Senja adalah perempuan yang mungkin memang sudah ditakdirkan untuk bersamanya. "Terus ya Kak, pas cowok itu lewat depan gue kakinya masuk got dong!" Senja kembali tertawa di sela-sela dia bercerita. "Gue ngakak banget asli, mau nahan tuh sampe nggak bisa saking anehnya tuh cowok." "Kalau gue udah jadi cowok itu, sumpah auto pulang pake helm! Malu Kak, mana tempatnya waktu itu rame banget. Bahkan nggak cuma gue loh yang lihatin dia, tapi banyak orang!" Langit juga tidak bisa tidak tertawa. Mereka jalan menuju ke rumah Langit, dan untuk pertama kalinya Langit pulang ke rumah dengan membawa seorang perempuan. "Terus cowoknya gimana?" tanya Langit.

