"Kalau masih sayang tuh berjuang bukan malah dibuang!" Celetukan ringan dari Alvaro itu berhasil membuat Sky menolahkan kepalanya. Dia menatap Alvaro yang sekarang sedang makan cilok, Alvaro melihatnya juga dengan sebelah alis yang terangkat. "Kenapa? Ada yang salah ya dari kalimat gue?" tanya Alvaro. Sky menggeleng pelan, dia kembali menatap keluar jendela setelah itu. "Nggak ada yang salah, cuma waktunya aja yang nggak mengizinkan. Situasi juga mengambil alih untuk bilang nggak perihal berjuang." Cowok dengan sweater kuning bergambar telur ceplok itu lalu tersenyum miris. "Gue yang sekarang hanya harus fokus berjuang untuk hidup sendiri, bukan untuk orang lain, Al," katanya. Alvaro jelas meringis saat mendengarnya. Begitu ngilu rasanya ketika masuk telinga. "Tapi daripada galau

