"Ha...ha...ha....Rasain kamu perempuan udik rasakan pembalasanku "gumam Dinda senang. Dinda tertawa puas memandang Lembayung yang lari tergopoh - gopoh menyusul Arga. Sedangkan Mbok Minah tampak sedih melihat keadaan yang menimpa Lembayung saat ini. "Ya allah lindungilah Non Lembayung. Dia wanita yang sangat baik dan berhati mulia . Bukakan lah pintu hati tuan Arga dan tunjukanlah kebenarannya" lirih wanita tua itu dengan mata berkaca - kaca. Mbok Minah berdoa dalam hati sambil meneteskan air mata . Kemudian dia membereskan meja makan sedangkan Shofia dan Dinda bergegas menuju kamar Shofia di lantai dua. "Maas, Mas biar aku jelaskan sayang, aky tadi pergi ke klinik dokter Siska Mas. Ini buktinya." Sesampainya di kamar, Lembayung menarik tangan Arga dan memeluknya dari belakan

